18.10.10

Agar Allah mnyempurnakan urusan dan menolong kita

Tunaikan hak Allah atas kita, sempurnakanlah urusan kita dengan Allah maka Allah akan menyempurnakan urusan kita, sesungguhnya orang-orang yang paling dermawan didunia adalah orang-orang yang menunaikan hak-hak Allah walaupun dalam hal lain manusia menilainya sebagia orang yang kikir, sesungguhnya orang yang paling kikir adalah orang-orang yang kikir terhadap hak-hak Allah walaupun orang lain melihatnya sebagai orang yang dermawan dalam hal lain. ( Wahab bin munabbih )


INILAH HAK ALLAH ATAS KITA SEMUA
Allah SWT. mempunyai hak yang sangat banyak atas hamba-hamba-Nya, diantaranya adalah:
1. Beriman kepada Allah
Beriman kepada Allah terangkum dalam 4 perkara:
a. Bahwa beriman dengan wujud Allah adalah perkara yang sesuai dengan petunjuk fitrah.
b. Maksud dari beriman kepada Rububiyyah Allah adalah: mengimani bahwa Allah adalah Esa dan Dia adalah Rabb yang tiada sekutu bagi-Nya, Dia adalah pencipta seluruh alam, Yang Mengatur, Yang Menghidupkan dan Mematikan, Dia adalah Yang Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh. Dan tak ada satu pun yang mengingkari kerububiyyahan Allah kecuali orang yang sombong lagi keras kepala.
c. Maksud beriman kepada uluhiyyah Allah adalah: mengkhususkan peribadatan hanya untuk Allah
d. Maksud beriman kepada nama-nama dan sifat-sifat Allah adalah: menetapkan nama-nama dan sifat-sifat itu sesuai dengan yang telah ditetapkan Allah sendiri dalam Al Qur’an atau hadits, dari nama-nama dan sifat-sifat yang sesuai dengan makna yang pantas bagi Allah, tanpa adanya Tahrif (perubahan), Ta’thil (peniadaan), Takyif (menanyakan bagaimana) dan Tamtsil (penyerupaan).

2. Nasihat (berlaku ikhlas) kepada Allah
Suatu amalan akan diterima oleh Allah jika memenuhi 2 syarat, yaitu ikhlas dan benar (sesuai dengan Al Qur’an dan hadits). Maksud berlaku ikhlas kepada Allah adalah memperhatikan dengan sungguh-sungguh demi meraih kecintaan Allah dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, dan lebih mengutamakan Allah dengan melakukan segala sesuatu yang menimbulkan kecintaan-Nya, berupa amalan hati dan seluruh amalan anggota badan, serta menjadikan ibadahnya murni, hanya kepada-Nya dan tanpa menyekutukan-Nya.

3. Bersegera dalam bertaubat
Tidak ada yang mengetahui hari esok, karena itu bersegeralah di dalam bertaubat, jangan sampai menyesal. Bertaubatlah dengan taubat yang sebenar-benarnya, agar Allah mengampuni dosa-dosa kita.

4. Bersabar
Kesabaran itu ada 3 macam, yaitu sabar dalam menaati Allah, sabar dalam menjauhi yang diharamkan Allah, dan sabar atas takdir Allah, baik takdir yang baik maupun yang buruk.

5. Jujur kepada Allah
Jujur kepada Allah dalam setiap ibadah, ketaatan dan pendekatan diri adalah dengan menjadikan kesemua itu hanya untuk Allah, bukan untuk yang lainnya. Jujur kepada Allah akan menjadikan seseorang jujur di hadapan manusia.

6. Merasa selalu diawasi oleh Allah
Sudah seyogyanya bagi setiap orang agar menjadikan dirinya sebagai seorang hamba yang selalu merasa diawasi oleh Allah, merasa Allah selalu ada di dekatnya dan merasa bahwa dirinya selalu terlihat oleh Allah, sehingga ia akan merasa selalu melihat Allah, atau merasa Allah senantiasa melihat dan mengawasi gerak-geriknya.

7. Bertakwa kepada Allah
Takwa artinya menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Takwa itu tempatnya di hati. Akan tetapi, tidak mungkin ada seseorang yang mengaku bertakwa kepada Allah dalam batinnya, sedangkan lahiriahnya bermaksiat kepada Allah.

8. Bertawakkal kepada Allah
Tawakkal adalah jujur dalam menyandarkan hati kepada Allah di dalam mendatangkan kemaslahatan dan menolak kemudharatan dari semua urusan dunia dan akhirat. Tawakkal harus disertai dengan usaha. Tawakkal adalah salah satu dari buah (akibat) dari keyakinan. Sedangkan yakin adalah kekuatannya iman. Maka karena itulah seorang hamba seakan-akan bisa melihat dengan kedua matanya apa saja yang telah dikabarkan Allah dan Rasul-Nya sebagai buah dari keyakinannya yang mantap. Maka, keyakinan adalah kemantapan dan keimanan adalah sesuatu yang tidak diiringi oleh keraguan.

9. Istiqomah (konsisten) di atas agama Allah
Barangsiapa yang selama hidupnya beristiqomah dalam ketaatan kepada Allah dan terus-menerus seperti itu, maka dengan izin Allah , dia akan aman dari setiap kejahatan dan segala kesusahan, serta ia akan menjadi penghuni surga yang kekal di dalamnya.

10. Wajib tunduk kepada Allah, berhukum kepada-Nya serta bersungguh-sungguh mencurahkan jiwa untuk taat kepada-Nya
Allah berfirman:
“Barangsiapa yang tidak berhukum menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik.” (QS. Al Maaidah: 47)

Keimanan seseorang tidak akan baik kecuali memenuhi 3 syarat:
a. Hendaknya setiap ada perbedaan pendapat, keputusannya dikembalikan kepada Allah
b. Hendaknya hatinya merasa lapang dengan hukum Allah ini, serta janganlah dadanya terasa sesak dan sempit karenanya
c. Hendaknya ia menyerahkan dirinya secara sempurna untuk menerima segala hukum yang diwajibkan kepadanya, serta melaksanakan hukum itu tanpa berat hati ataupun ragu-ragu

11. Mencintai Allah
Untuk bisa mencapai manisnya iman kita harus bisa mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi apapun, termasuk diri kita sendiri.
Termasuk cinta kepada Allah adalah menjadikan cinta dan bencinya hanya karena Allah, cinta terhadap kewajiban mengikuti Nabi dengan mentaati segala yang beliau perintahkan dan menjauhi segala yang beliau larang atasnya.

12. Hendaknya hamba menjadikan dirinya selalu dalam keadaan antara khauf (takut) dan raja’ (harap)
Imam Ahmad berkata menerangkan khauf dan raja’, “Seyogyanya setiap orang menjadikan khauf dan raja’nya menjadi satu. Apabila salah satu dari keduanya lebih unggul, maka orang tersebut akan binasa. Karena, jika pada sisi raja’ yang unggul maka ia hanya akan menjadi orang yang merasa aman dari azab Allah. Dan jika pada sisi khauf lebih unggul, maka ia akan menjadi orang yang putus asa dari rahmat Allah, dan keduanya adalah buruk. Akan tetapi, seyogyanya ia menjadikan khauf dan raja’nya satu.”

13. Hendaknya seluruh amalan hamba hanya untuk Allah
Hendaknya seorang hamba tidak berdoa, mendekatkan diri, meminta pertolongan, berkurban, meminta perlindungan, dan melakukan berbagai macam ibadah kecuali kepada Allah. Maka, setiap gerak dan diamnya adalah karena Allah.

Itulah hak-hak Allah atas hamba-Nya. Namun kita juga mempunyai hak atas Allah, yaitu jika kita telah menunaikan hak-hak Allah atas diri kita, maka Allah tidak akan mengazab kita.

Masih tentang hak Allah klik disini

Related Post



0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan pesan dan komentar Anda disini

 

Copyright 2008 All Rights Reserved | motivasi islami Designed by Bloggers Template | CSS done by Link Building