Tampilkan postingan dengan label pahala membaca Alqur'an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pahala membaca Alqur'an. Tampilkan semua postingan

7.11.10

Bacalah Al-Qur'an walau tidak tahu artinya


Why do we read quran, even when we do not understand even a single arabic word? Sebuah tulisan indah yang amat menyentuh hati yang saya coba terjemahkan dengan judul di atas: Mengapa membaca al Qur’an ketika kita tak mengerti artinya?
Alkisah, hiduplah seorang muslim tua bersama seorang cucunya di sebuah pegunungan di bagian timur Kentucky, Amerika. Sang kakek biasa membaca Qur’an selepas sholat shubuh setiap hari. Sang cucu berusaha meniru setiap tingkah laku kakeknya.
Suatu hari, ia bertanya: “Kek! Aku berusaha membaca Qur’an seperti dirimu tetapi aku tidak mengertiapa gunanya aku membacanya?” isinya. Jikapun ada sedikit yang kupahami, ia akan terlupakan setiap kali aku menutup kitab itu. Lalu,
Dengan perlahan sang kakek membalikkan badan dan berhenti dari memasukkan batu bara ke dalam tungku pemasak. Ia menjawab: “Ambillah keranjang ini, bawalah ke sungai di bawah sana dan bawakan untukku sekeranjang air!”
Sang cucu membawa keranjang hitam penuh jelaga batu bara tersebut ke sungai dan mengambil air. Namun air itu telah habis menetes sebelum sampai ke rumah. Sang kakek tertawa dan meminta sang cucu agar mencobanya sekali lagi: “Mungkin engkau harus lebih cepat membawa airnya kemari.”
Sang cucu berusaha berlari, namun tetap saja air itu lebih cepat keluar dari keranjang sebelum sampai ke rumah. Dengan terengah-engah ia pun mengatakan kepada sang kakek bahwa tidak mungkin mengambil air dengan keranjang. Sebagai gantinya ia akan mengambil air dengan ember.
“Aku tidak perlu satu ember air, yang kuinginkan adalah sekeranjang air!” jawab sang kakek. “Kau saja yang kurang berusaha lebih keras,” timpal sang kakek sambil menyuruhnya mengambil air sekali lagi. Sang kakek pun pergi ke luar rumah untuk melihat usaha sang cucu.
Kali ini sang cucu sangat yakin bahwa tidak mungkin membawa air menggunakan keranjang. Namun ia berusaha memperlihatkan kepada sang kakek bahwa secepat apapun ia berlari, air itu akan habis keluar dari keranjang sebelum ia sampai ke rumah. Kejadian yang sama berulang. Sang cucu sampai kepada kakeknya dengan keranjang kosong. “Lihatlah Kek! Tidak ada gunanya membawa air dengan keranjang.” katanya.
“Jadi, kau pikir tidak ada gunanya?”, sang kakek balik bertanya. “Lihatlah keranjang itu!” pinta sang kakek.
Ketika sang cucu memperhatikan keranjang itu sadarlah ia bahwa kini keranjang hitam itu telah bersih dari jelaga, baik bagian luar maupun dalamnya, dan terlihat seperti keranjang baru.
“Cucuku, demikianlah yang terjadi ketika engkau membaca al Qur’an. Engkau mungkin tidak mengerti atau tidak bisa mengingat apa yang engkau baca darinya. Namun ketika engkau membacanya, engkau akan dibersihkan dan mengalami perubahan, luar maupun dalam. Itulah kekuasaan dan nikmat Allah kepada kita!”

Sumber: http://blog.al-habib.info

20.10.10

Listening Al-Qur'an Online


Listen to Quran

Keutamaan membaca Al-qur'an:::
Segala puji bagi Allah, Shalawat dan salam semoga terlimpahkan pada Rasulullah, keluarga dan para shahabatnya.
Al Quran adalah kalamullah, keutamaannya atas semua kalam bagaikan keutamaan Allah atas ciptaan-Nya, dan membacanya adalah sebaiknya gerakan lidah.
Banyak keutamaan belajar Al Quran, mengajarkan dan membacanya, diantaranya :
v     Pahala mengajarkannya       : Rasulullah Saw bersabda : “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al Quran dan mengajarkannya”. HR.Bukhari.
v     Pahala membacanya              : Rasulullah Saw bersabda : “Barang siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dan kebaikan berlipat sepuluh kali” HR. At Tirmidzi.
v     Keutamaan orang yang hapal Al Quran dan orang yang pandai membacanya : Rasulullah Saw bersabda : “Perumpamaan orang yang membaca Al Quran dan dia hapal maka dia akan bersama para malaikat, perumpamaan orang yang membaca Al Quran dan dia langgeng membacanya maka baginya dua pahala” Muttafaq ‘alaih. Rasulullah Saw bersabda : “Dikatakan bagi orang yang membaca Al Quran : bacalah, tingkatkanlah, dan bacalah dengan tartil sebagaimana anda membacanya didunia, maka sesungguhnya kedudukan anda pada akhir ayat yang anda baca” HR.At Tirmidzi.
Al Khattabi berkata : (dalam sebuah atsar disebutkan bahwa jumlah ayat Quran yang akan menentukan derajat disurga, dikatakan bagi orang yang membaca Quran : naiklah pada derajat sesuai dengan yang telah anda baca ayat Quran didunia, barang siapa yang menghatamkan bacaan Quran maka dia akan mendapatkan tempat tertinggi disurga di akhirat, barang siapa yang membaca sebagian dari Quran, maka tempatnya sesuai dengan ayat yang dibaca, maka pahala yang tertinggi adalah tergantung banyaknya bacaan).
v     Pahala bagi orang yang anaknya hapal Quran : Rasulullah Saw bersabda : “Barang siapa membaca Al Quran dan mempelajarinya dan mengerjakan isinya, kedua orang tuanya akan diberikan crown dari cahaya sinarnya seperti sinar matahari, dan dipakaikan kedua orang tuanya perhiasan ygn tidak didapatinya didunia, lalu keduanya bertanya : dengan  amal apa hingga kita diberikan pakaian ini ? dikatakan : karena anakmu hapal Quran” HR.Al Hakim.
v     Syafaat Al Quran bagi pembacanya diakhirat : “Bacalah Al Quran sesungguhnya ia datang dihari kiamat sebagai syafaat bagi pembacanya”HR.Muslim, dalam sabda Rasul Saw “Puasa dan Al Quran akan memberikan syafaat bagi seorang hamba dihari kiamat “ HR.Ahmad dan Al Hakim.
v     Pahala bagi orang yang berkumpul untuk membaca Al Quran dan mempelajarinya : Rasulullah Saw bersabda : “Tidak satu kaum berkumpul disalah satu rumah Allah membaca kitab-Nya dan mempelajarinya diantara mereka kecuali diturunkan bagi mereka ketenangan, diliputi mereka dengan rahmat dan mereka diliputi malaikat dan Allah menyebutkan pada hamba-hambanya yang ada disisinya” HR.Abu Daud.

Adab membaca Al Quran : Ibnu Katsir menyebutkan sebagain adab membaca Al Quran, diantaranya : (hendaknya tidak menyentuh Al Quran dan tidak membacanya kecuali dia dalam keadaan sudah bersuci, bersiwak sebelum membacanya, memakai pakain yang terbagus, menghadap kiblat, berhenti membacanya ketika menguap (ngantuk), hendaknya tidak memutus bacaan dengan perkataan kecuali bila perlu, hendaknya konsentrasi, ketika membaca ayat yang menjanjikan hendaknya meminta, dan ketika membaca ayat tentang ancaman hendaknya meminta perlindungan, hendaknya tidak meletakkan Al Quran dibawah dan tidak meletakkan sesuatu diatasnya, hendaknya tidak mengeraskan sebagian bacaan atas bagian lainnya, hendaknya tidak membaca dipasar dan tempat-tempat keramaian.

v     Bagaimana Quran itu dibaca : Anas RA ditanya  tentang bacaan Nabi Saw, dian menjawab : Beliau membaca panjang, ketika membaca بسم الله الرحمن الرحيم memanjangkan بسم الله, memanjangkan الرحمن dan memanjangkan الرحيم  HR. Bukhari.
v     Dilipatgandakan pahala bacaan : setiap orang yang membaca Al Quran dengan ikhlas karena Allah maka itu berpahala, tapi pahalanya itu dilipatgandakan ketika dia menghayati dengan hati dan memahami yang dibaca, satu huruf berpahala sepuluh kebaikan sampai tujuh ratus kali.
v     Standar ayat yang dibaca dalam sehari semalam : para sahabat Nabi Saw menjadikan ukuran tertentu pada diri mereka masing-masing setiap hari, dan satupun dari mereka yang menghatamkan Al Quran kurang dari 7 hari, bahkan ada larang menghatamkan Al Quran kurang dari 3 hari.
Saudaraku hendaklah kalian untuk menggunakan waktumu untuk membaca Al Quran, dan jadikan untuk dirimu ukuran setiap hari dan jangan kamu tinggalkan itu walaupun dalam berbagai keadaaan, sedikit yang dilakukan terus menerus itu lebih baik dibandingkan dengan banyak tapi terputus-putus. Bila anda lupa atau ketiduran maka gantilah pada keesokan harinya. Rasulullah Saw bersabda : “Barang siapa yang tertidur dari amalannya atau sebagian darinya kemudian dia membacanya antara shalat subuh dan shalat dzuhur maka baignya pahala seakan dia membacanya dimalam hari” HR.Muslim, dan janganlah kamu meninggalkan Al Quran, atau melupakannya dengan cara apapun. Seperti meninggalkan bacaannya, tartilnya, menghayatinya, mengamalkan isinya, atau meminta kesembuhan dengannya.

Diterjemahkan dari kitab : Tafsir Al Usril Akhir min kitab zubdatut tafsir
Karangan Syaikh DR. Muhammad bin Sulaiman Al Asyqar.
Cetakan ke 9 tahun 1425 H
 

Copyright 2008 All Rights Reserved | motivasi islami Designed by Bloggers Template | CSS done by Link Building